Home > Cerita Perjalanan Concept Artist Asal The One Academy

News

Cerita Perjalanan Concept Artist Asal The One Academy

December 8, 2017

Konsep seni Lum dari ArtStation.

 

Lum Siew Hong lulus dari program Diploma in Illustration The One Academy pada tahun 2013. Sebagai alumni, Lum datang ke The One Academy untuk berbagi cerita mengenai aspirasi dan pengalamannya menjadi seorang concept artist.

Dia pernah menjadi seniman lepas (freelance) sebelum memulai karirnya sebagai Concept Artist (Seniman Konsep) di Passion Republic, salah satu penyedia CGI lokal terbesar untuk games dan film internasional.

Selama lebih dari dua tahun, dia telah menjadi bagian dari tim KL yang melayani beberapa nama besar di industri hiburan. Berikut adalah beberapa klien yang dia tangani: Uncharted 4, Uncharted: The Lost Legacy, Injustice 2, Trivia Saga, dan Titansgrave.

 

Desain Lingkungan – salah satu portofolio yang dipos di ArtStation Lum.

 

Apa Sih Maksudnya ‘Concept Artist’ Itu?

Dalam acara ‘berbagi cerita industri’ dengan mahasiswa The One Academy, dia menyatakan bahwa seni konsep itu merupakan istilah yang cukup khusus sehingga sulit untuk dijelaskan kepada masyarakat awam saking kecilnya industri tersebut. Dia tetap mencoba menjelaskan pekerjaannya sebagai “mengerjakan rancangan untuk games dan film.”

 

Sesi Industri Berbagi Cerita: ‘How To Art Industry’ – oleh Artis Konsep Lum Siew Hong di The One Academy.

 

Faktanya, untuk menjadi concept artist, seorang seniman perlu mengetahui segalanya karena profesi ini memerlukan penelitian menyeluruh untuk dapat menghasilkan sebuah konsep seni mengenai topik apapun yang ada di bawah langit ini maupun yang tak pernah ada sebelumnya.

“Ini seperti menjadi seorang teknisi, perancang busana, dokter, sutradara, dan arsitek sekaligus. Ini merupakan mimpi setiap orang tua Asia menjadi nyata,” candanya kepada juniornya. “Kita bahkan bisa menghasilkan uang sebanyak mereka, hanya saja kita harus kerja keras dan pintar – yang adalah penting dalam membuat konsep seni.”

Bagi Lum, seni konsep lebih dari sekedar menggambar dan merancang. Ini semua mengenai penyelesaian masalah dengan menggunakan rancangan dan ide yang indah. Dan walau biasanya digambarkan secara indah, fokus utama seorang concept artist adalah untuk memastikan bahwa karyanya memenuhi kriteria praktis.

 

Jatuh dan Bangun

Sebelum mendapatkan penghasilkan tetap yang bisa dibilang adalah hak spesial para concept artist yang bekerja di posisi penuh waktu, perjalanan Lum penuh dengan cobaan. Setelah lulus, dia telah mengambil total 4 tes kualifikasi seni yang ditetapkan oleh studio Lemon Sky dan Passion Republic yang sedang mencari karyawan. Lum gagal di semua tes tersebut.

Tidak mendapatkan pekerjaan, Lum memilih untuk pergi jalan-jalan dan mengambil kursus singkat yang diberikan Eduardo Pena di The One Academy untuk mempertajam tekniknya sambil terus menambah portfolio dan membangun rasa percaya dirinya kembali. Dia juga bekerja di kafe untuk menghasilkan uang sakunya sendiri.

Untungnya bagi dia, meskipun gagal di tes akhir, dia dipekerjakan oleh Passion Republic karena dia menunjukkan potensinya. Lum sangat senang awalnya, namun kondisi penerimaannya menyebabkan keraguan diri yang akut selama 6 bulan.

Di dunianya sendiri, Lum merupakan beban bagi tim seniman elit tempat dia bergabung. Dia merasa sangat tidak kompeten sampai dia kehilangan semua motivasi dan menganggap apa yang ia lakukan sebagai sekedar pekerjaan dari jam 9 – 5 sore. Dia juga berhenti melakukan rutinitasnya yaitu melakukan proyek personal setelah pulang bekerja. Tapi muncul silver lining ketika dia mencoba fotografi sebagai hobi dan keahlian baru.

Sampai saat studionya mencoba untuk mengirimkan sebuah proyek ke Blizzard Entertainment, Lum masih suka main-main dan menyerahkan karya yang biasa-biasa saja kepada seniman utamanya. Itulah saat di mana ia mendapatkan wake up call.

“Dia mengatakan sesuatu yang akan selalu saya ingat seumur hidup saya,” dia menambah ketegangan. “Saya tidak yakin mempekerjakan kamu adalah hal yang bagus.”

Merasa tertantang, kata-kata itu menimbulkan api dalam dirinya. Lum langsung pulang ke rumah untuk memperbaiki rancangannya dan atasannya sangat terkesan keesokkan harinya. Sejak saat itu, dia sadar bahwa apa yang benar-benar dia inginkan dan cintai adalah apa yang telah dia lakukan dari jam 9 hingga jam 5 setiap harinya.

 

Mengenal dan Masuk ke Industri Seni

Lum telah menjadi lebih baik sejak hari dia terbangun dan dia sangat ingin membagikan nasihat dan pengalamannya di acara berbagi ini. Dalam blok kreatif, masalah ini terjadi pada setiap orang. Terlalu banyak bekerja, pengasingan, kurangnya masukan dan perbaikan tidak penting – semua itu menyebabkan ini. Triknya adalah istirahat cukup, selalu ingat untuk menghargai diri sendiri, dan bertanya pada diri mengapa kita memulai hal ini dulunya.

 

“There’s a point in life you just have to tell yourself to keep going.”

 

Kebanyakan karya seni Lum terinspirasi oleh alam karena, “apapun yang dirancang alam akan cocok sempurna dengan lingkungan manapun.” Adanya elemen natural membuat seni konsep tampak realistik, dapat dipercaya, berfungsi, dan profesional.

Dia juga mendapatkan jus kreatifnya dari menonton film yang dia anggap bagus seperti Fight Club, Enemy, Prisoners and Gone Girl karena film-film ini sangat memberi pengetahuan mengenai teknik seni seperti pencahayaan, peranan, dan akting.

Dia sering mengunjungi/melihat-lihat karya kreatif online untuk mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia perlu memperbaiki diri. Situs-situs seperti ArtStation, Instagram, Pinterest dan Tumblr memberikan update kepada Lum mengenai tren terkini dan apa yang sedang dilakukan para seniman di seluruh dunia.

 

Contoh lain seni konsep Lum dari ArtStation-nya.

 

Dia memiliki hasrat bekerja untuk penentu industri game yang nyata lainnya dengan seperti Weta Digital dan Industrial Light & Magic (ILM) atau mencari peluang di luar negeri. Tapi untuk saat ini, dia masih sangat ingin membantu pembangunan industri sejenis (game) di Malaysia.

Dia meyakinkan para mahasiswa bahwa di kondisi sekarang ini, industri cukup stabil dan menawarkan banyak kesempatan. Tapi, melihat ukuran industri ini yang terbilang kecil, ada baiknya bila peminat berupaya keras ketika mencari kerja. Para lulusan contohnya, seharusnya mengamati pekerjaan perusahaan. Untuk dapat menonjol dari yang lainnya, portfolio harus memiliki baik itu elemen perusahaan dan juga gaya personal.

 


The One Academy sudah berdiri sejak tahun 1991. Dengan lokasi utama di Bandar Sunway, Selangor, TOA telah menjadi institusi seni internasional tingkat atas dengan lulusan terkenal yang telah meraih karir sukses di bidang seni di kota-kota kreatif di seluruh dunia. Program yang ditawarkan TOA antara lain adalah Multimedia Design with Digital Media and Interactive Design, Digital Animation with Game Development, Film Visual Effects, Illustration, Movie & Game Art, Advertising & Graphic Design, Interior Design, Paris Fashion Design & Pattern Making and Fine Arts.

Yuk kuliah di The One Academy dan dapatkan pendidikan yang bisa membawamu benar-benar go internasional! Info dan pendaftaran, hubungi EDUWORLD.

 

/(RPR)

Sumber: The One Academy Website

Copyright © . Eduworld. All rights reserved