Home > Pangeran Wales Mengunjungi UNMC di Kunjungan Pertamanya ke Malaysia

News

Pangeran Wales Mengunjungi UNMC di Kunjungan Pertamanya ke Malaysia

December 16, 2017

Yang Mulia Pangeran Wales (Pangeran Charles) telah mengunjungi University of Nottingham Malaysia sebagai bagian dari Tur Musim Gugur-nya pada awal bulan November 2017 lalu.

Yang Mulia bertemu dengan para staf dan mahasiswa di taman kampus berukuran 125 hektar dan menggunakan kesempatan ini untuk mengenal lebih jauh penelitian yang dipelopori oleh Nottingham.

Setelah secara resmi meluncurkan acara ‘2017 Commonwealth Youth Summit’ yang bertempat di dalam kampus, Yang Mulia mempelajari hasil pekerjaan UNMC mengenai pendidikan ilmu lingkungan dan keberlanjutan dan bertemu dengan perwakilan dari komunitas mahasiswa yang bertujuan untuk membuat perubahan di komunitas lokal.

Beliau juga menyempatkan waktu untuk berhenti di balkon dan melihat Academic Plaza UNMC, melambaikan tangan pada ratusan mahasiswa dan staf yang berkumpul untuk melihat sekilas tamu royal ini.

Yang Mulia Pangeran Wales melambaikan tangan kepada para staf dan mahasiswa di UNMC yang berkumpul di kebun untuk melihat dan menyapanya. Terlihat juga YB Brig Jen. Khairy Jamaluddin Abu Bakar, Datuk Seri S.K. Devamany dan Professor Graham Kendall

CEO dan Pembantu Rektor UNMC, Profesor Graham Kendall berkata bahwa dia sangat senang menjamu Yang Mulia.

Profesor Kendall berkata, “Hari ini adalah batu loncatan yang lain bagi Universitas sebagaimana kami menjamu Pangeran Wales di kunjungan pertamanya ke salah satu kampus pertama Inggris di luar Britania Raya; dan kami sangat senang mendapatkan kesempatan di mana para staf dan mahasiswa kami dapat bertemu dengan anggota kerajaan yaitu dengan Pangeran Wales.”

Kunjungan tersebut juga mencakup perjalanan spesial ke Crops for the Future (Tanaman Untuk Masa Depan) untuk melihat penelitian yang mengubah dunia menjadi terhadap ‘makanan yang terlupakan’ dan bagaimana memaksimalkan potensi dari tanaman yang kurang dimanfaatkan yang mungkin dapat mengatasi isu keamanan pangan global.

Pangeran Wales secara resmi membantu meluncurkan Forgotten Food Network (Jaringan Makanan Yang Terlupakan), sebuah wadah baru untuk berbagi informasi mengenai makanan, resep, dan tradisi yang bisa jadi hilang/terlupakan.

Profesor Sayed Azam-Ali, CEO CFF berkata, “Keanekaragaman hayati berperan penting dalam strategi untuk mengatasi tantangan dari perubahan iklim karena ketika kita kehilangan keanekaragaman itu, kita kehilangan ketahanan dan kita mengurangi pilihan kita untuk masa depan.”

“Dengan membuat Forgotten Foods Network, kami harap dapat menemukan makanan yang bisa mengubah cara kita makan dan dapat memberi kita makan, terutama di iklim-iklim yang akan datang, temasuk makanan yang berasal dari tanaman yang kurang dimanfaatkan sebelumnya, dan juga dari unggas, ternak, buah-buahan, dan bahkan serangga.”

Kunjungan Royal ini juga melihat sejumlah pejabat setempat mengunjungi kampus Nottingham termasuk Menteri Olahraga dan Anak Muda Malaysia YB Brig Jen. Khairy Jamaluddin Abu Bakar, Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri S. K. Devamany, Kepala Menteri Perak YAB Dato’ Seri Diraja Dr. Zambry Bin Abd Kadir dan Komisaris Tinggi Inggris untuk Malaysia Yang Mulia Vicki Treadell.

The Commonwealth Youth Summit 2017 ini diadakan dari tanggal 3 hingga 5 November 2017 di the University of Nottingham Malaysia dan Limkokwing University.

 

Mengenai Crops for the Future

Crops for the Future (CFF) merupakan pusat pertama dan satu-satunya di dunia, yang didedikasikan untuk penelitian terhadap tanaman yang kurang dimanfaatkan untuk pengunaan makanan dan non-makanan.

Sebagai kolaborasi unik antara Pemerintah Malaysia dan University of Nottingham, CFF berada di pusat utama upaya internasional untuk mencari tanaman mana yang punya potensi untuk ditanam bagi kepentingan makanan manusia atau dalam basis komersil, untuk pengunaan makanan dan non-makanan di iklim-iklim masa depan.

Berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, penelitian CFF berfokus pada keanekaragaman hayati pertanian untuk meningkatkan sistem pertanian dan keberlanjutannya, mengatasi perubahan iklim, dan memperbaiki keamanan pangan dan gizi dan kesejahteraan ekonomi, terutama masyarakat miskin.

Pusat ini juga mengadakan penelitian mengenai penggunaan makanan serangga untuk meningkatkan budidaya ikan yang didanai oleh Pemerintah Inggris dan Malaysia melalui Newton-Ungku Omar Fund.

 

Mengenai Forgotten Foods Network

Forgotten Foods Network merupakan inisiatif global yang dipimpin oleh CFF untuk mengumpulkan dan berbagi informasi mengenai makanan, resep, dan tradisi yang merupakan bagian dari warisan kita bersama. Jaringan ini diharapkan dapat menemukan makanan yang bisa mengubah cara orang-orang makan sekarang dan memberi kita makan di iklim-iklim masa depan.

 


Ingin kuliah di University of Nottingham Malaysia, ambil bagian dalam peristiwa-peristiwa tersebut, dan berkontribusi kepada perkembangan teknologi masa depan melalui penelitian? Info dan pendaftaran, hubungi EDUWORLD.

 

/(RPR)

Sumber: UNMC Website

Copyright © . Eduworld. All rights reserved