Home > Perjalananku Setelah Lulus dari TOA: Menggambar Mimpi Menjadi Nyata

News

Perjalananku Setelah Lulus dari TOA: Menggambar Mimpi Menjadi Nyata

December 15, 2017

Bulan Oktober lalu, Kathrin Honesta, alumni TOA, datang ke kampus dan berbagi cerita mengenai kisah karirnya setelah lulus. Mimpi Kathrin menjadi nyata melalui menggambar.

The One Academy (TOA) dikenal luas dengan filosofi pengajaran ‘Master Train Masters’ yang secara konstan mendorong pengajaran eksternal oleh para ahli di bidang masing-masing. Kathrin Honesta telah menghadiri banyak pembicaraan yang diadakan oleh orang-orang profesional semasa ia belajar di TOA. Tapi kali ini, Kathrin-lah salah satu profesional yang diundang untuk memberikan cerita kepada para juniornya, membuat hal ini menjadi pengalaman yang aneh-tapi-nyata untuknya.

 

Kathrin berharap bahwa pengalamannya dapat membantu para mahasiswa lainnya, “…satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah dengan mencintai apa yang kamu lakukan.”

 

Kathrin merupakan seorang ilustrator dan perancang grafis (graphic designer) yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Setelah lulus di tahun 2014, ia dipekerjakan oleh Leo Burnett, salah satu biro iklan papan atas di Kuala Lumpur – karena portofolionya yang mengesankan ‘The Undaunted Dandelion’ – sebuah buku cerita bergambar mengenai perjalannya sendiri yang mana ia kembangkan di bawah bimbingan Debbie Chin, Wakil Kepala Periklanan & Desain Grafis.

Pada awalnya, desain grafis merupakan pilihan pertama belajarnya karena ia selalu ingin menjadikan seni sebagai karir. Meskipun ia mempunyai bakat menggambar dari lahir, ia tidak ingin ilustrasi menjadi fokus utamanya. Barulah ketika ia belajar di TOA, ia menyadari bahwa kebanyakan hasil kerjanya mempunyai unsur ilustrasi yang kuat yang mengingatkannya kembali akan minatnya yang sebenarnya.

Di biro iklan tersebut, ia bisa mendalami dan menyempurnakan kemampuannya di bidang desain. Kathrin ingat merek pertama  yang ia kerjakan, yaitu Samsung Galaxy Note 4, yang mana ia membuat desain kaos, poster, dan bahan promosi lainnya untuk Stasiun LRT Masjid Jamek.

“Belajar di biro iklan merupakan pengalaman yang sangat menarik, karena saya bertemu banyak orang-orang keren dan berbakat. Saya tidak akan berada di sini sekarang tanpa pengalaman itu,” kata Kathrin.

Selain pekerjaan biro iklan yang penuh dengan keterbatasan dan kebutuhan klien, ia merasa mempunyai proyek sampingan tersendiri menjadi sangat penting; proyek yang memungkinkan dirinya mendalami perasaan, momen, dan insipirasinya setelah jam kantor.

Setelah bekerja di Leo Burnett selama satu setengah tahun, Kathrin akhirnya menyadari bahwa periklanan bukan untuknya dan ia memilih untuk mengejar mimpinya sendiri. Sebagai pekerja lepas mandiri (independent freelancer), ia bekerja untuk perusahaan penerbitan, biro periklanan, dan studio desain dalam kenyamanan rumahnya sendiri sambil juga membuat karya dan komisi pribadinya sendiri.

Samsung, Prudential, Naga DDB, dan Human After All Studio merupakan beberapa klien yang ia punya. Beberapa portfolionya yang lain adalah perusahaan penerbitan buku, yaitu Penguin Random House, HarperCollins, Simon & Schuster, Scholastic Asia, dan Holiday House Books. Keterkenalan mereka [perusahaan penerbitan] menjelaskan kegilaan Kathrin dalam membuat buku bergambar.

“Saya senang bekerja dengan para penulis dan membuat buku bergambar untuk anak-anak karena saya jadi bisa menciptakan karakter-karakter, dan saya benar-benar menikmati menerjemahkan narasi ke dalam bentuk ilustrasi,” kata Kathrin dengan buku bergambar selanjutnya yang sedang ia kerjakan.

Sebagai seseorang yang telah berada di sana dan melakukan hal tersebut, ia menganjurkan para siswa untuk meluangkan waktu mengerjakan karya personal; karena tanpa karya personal tesebut, kesempatan Kathrin menerbitkan buku anak-anak akan menjadi lebih tipis. “Kalian harus tunjukkan kepada klien masa depan kalian mengenai apa yang bisa kalian lakukan agar mereka bisa mempekerjakan kalian.”

Kathrin merasa beruntung bahwa dulu ketika ia bekerja di biro periklanan, ia bertemu seorang copywriter bernama Ong Kay Jen yang sekarang adalah partnernya yang memiliki nilai, visi, dan semangat yang sama untuk buku bergambar. Mengikuti respon positif dari buku pertama mereka ‘The Shadow & The Star (Bayangan dan Bintang)’, mereka bertujuan untuk membuat cerita baru setiap tahun.

 

Kathrin Honesta dan buku bergambarnya ‘The Shadow & The Star’ di The One Academy Bandar Sunway.

 

Proyek ini pada akhirnya menuntun Kathrin kepada ‘#Stop Nursery Crimes’, sebuah kampanye kesadaran sosial yang menyoroti isu pedofilia dan pelecehan seksual. Berkolaborasi dengan Naga DDB dan P.S. The Children, buku bergambar Kathrin bergaya ilustrasi digunakan dan kampanye tersebut berjalan lancar selama Kancil Award 2017.

Apa yang ia lakukan sekarang sangat berbeda bila dibandingkan dengan apa yang telah ia pelajari di desain grafis, tapi ia menyadari bahwa prinsip dasar desain seperti tipografi dan tata letak sangat membantu pekerjaannya.

Selain menjadi pekerja lepas, Kathrin juga memamerkan karyanya agar namanya lebih dikenal orang-orang. Tahun ini, bersama dengan ilustrator berbakat lainnya asal Indonesia, ia menaruh karyanya di pameran Unknown Asia Art Exchange Osaka 2017 dan Creative Expo Taiwan.

Ketika ditanya mengenai bagaimana ia bertahan hidup dengan bekerja secara mandiri, ia berkata bahwa tidak terlalu sulit untuk menerima gaya hidup tersebut karena pembelajaran di TOA telah mempersiapkannya untuk bekerja dengan beban yang luar biasa banyak dan untuk merencanakan jadwal.

 

Kathrin melakukan sesi ‘tanda tangan buku’ untuk buku bergambarnya ‘The Shadow & The Star’, secara singkat setelah sesi ‘berbagi cerita: Perjalananku Setelah Kelulusan’.

 


Pengajaran di The One Academy tidak hanya melatih kemampuanmu untuk menjadi setingkat internasional, tapi juga memberi kesempatan untuk mengenal orang-orang sukses dan belajar dari mereka secara langsung. Ingin kuliah di The One Academy? Info dan pendaftaran, hubungi EDUWORLD.

 

/(RPR)

Sumber: The One Academy Website

Copyright © . Eduworld. All rights reserved