Home > Program Baru SIM GE: Master in Design for Smart Cities

News

Program Baru SIM GE: Master in Design for Smart Cities

November 28, 2017

Kota-kota besar di seluruh dunia sedang beralih kepada inovasi cerdas untuk mengatasi tantangan-tantangan sosial yang ada seperti meningkatnya infrastruktur perkotaan, efisiensi energi, dan kemacetan transportasi.

Dalam perjuangannya menjadi Negara Cerdas, Singapura telah berada di garis depan dalam inovasi kota cerdas dunia – memanfaatkan kekuatan jaringan, data, dan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk memungkinkan rakyat, perusahaan, dan para agen untuk maju pesat di revolusi digital ini.

Dekan dan Direktur Strate School of Design, Dominique Sciamma, mengungkapkan bagaimana program yang baru diperkenalkan di SIM ini – Master in Design for Smart Cities – akan membekali para mahasiswa dengan pengetahuan untuk mengatasi tantangan kompleks dan menerapkan solusi inovatif dan mengganggu yang menangani isu manusia di lingkungan perkotaan untuk membantu mentransformasikan kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik di kota cerdas.

 

Reinventing Learning

Dekan dan Direktur Strate School of Design, Dominique Sciamma


Selama lebih dari 20 tahun, Strate telah berada di garis terdepan Pendidikan Desain di Eropa, meletakkan fondasi bagi campuran desain yang baru: kombinasi unik dari keterampilan teknis, humaniora dan manajemen, dengan fokus tanpa kompromi pada solusi untuk sesama mereka.

Pada awal abad ke-21, kita berada di persimpangan masyarakat baru yang signifikan sehingga kita membutuhkan definisi bahasa baru dan cara hidup bersama yang baru. Untuk mencapai tujuan ini dengan baik, pembentukan keterampilan inovatif melalui pola pikir pendidikan yang baru harus ada.

Dalam waktu 20 tahun, tambahan sebesar 20 milyar manusia akan bermukim di lingkungan perkotaan. Ruang hidup orang-orang ini akan bergantung pada kemampuan dan visi kita untuk menemukan kembali kemasyarakatan dan kehidupan perkotaan untuk semua pemangku kepentingan: anak muda dan tua, keluarga dan profesional, turis dan pemukim, dengan menggunakan teknologi canggih dalam pendekatan berpusat manusia.

Singapura, dalam banyak hal, telah menetapkan standar masa kini dan masa depan akan lingkungan hidup untuk para pemukim perkotaan di Asia. Pendidikan, Industri, Perencanaan Perkotaan, Keberlanjutan, Penelitian – dalam semua isu strategis ini, Singapura selalu berada di garis depan dan dua langkah di depan bahkan dari negara-negara yang paling maju sekalipun.

Desain jelas telah diidentifikasikan sebagai kekuatan strategis oleh pemerintah dan semua pelaku industri. Singapura dan kawasan ini membutuhkan perancang abad ke-21 yang mampu mengatasi kompleksitas dan memahami skenario kehidupan di Kota Cerdas (Smart Cities); menaruh tingginya pengalaman manusia pada inti dan di atas garis laut dari alat teknologi yang diperlukan. Oleh karena itu, Singapura merupakan tempat yang natural untuk menjadi tuan rumah pertama program Master in Design for Smart Cities di Asia.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ke depannya, para wanita dan pria terlatih sebagaimana mestinya yang telah mendapatkan keterampilan, pola pikir, dan kompetensi radikal yang baru di pendekatan multidisipliner -menggabungkan dimensi yang berbeda dari Desain, Humaniora, Teknologi, dan Manajemen- akan diajarkan pemikiran desain untuk menghadapi kompleksitas yang mana pola pikir desain mereka akan berfokus solusi dan berpusat pada manusia untuk menangani isu-isu manusia secara kreatif dan memungkinkan masyarakat untuk hidup dengan lebih baik di kota yang lebih cerdas.

Inilah persisnya ambisi dan keahlian yang Strate School of Design bawa ke Singapura dengan program Master in Design for Smart Cities-nya yang canggih dengan dukungan dari SIM Global Education.

 

Reinventing Learning

 

Inovasi berbasis proyek pedagogi yang mana mahasiswa akan ‘learning by doing (belajar dengan melakukan)’ memungkinkan mereka untuk mempunyai lebih banyak interaksi dan koneksi yang lebih kuat dengan industri melalui proyek yang disponsori industri dan magang wajib.

Strate telah menjalin ikatan kuat dan menjembatani industri dengan 30 kemitraan per tahun, melalui kolaborasi industri yang sistematis dengan perusahaan seperti Airbus, Safran, Thales, PSA Peugeot-Citroën, Dassault Systemes dan banyak lainnya.

Para siswa program S2 ini akan mengerjakan proyek yang disponsori industri di semester kedua mereka. Dengan mengadopsi pendekatan yang berfokus manusia, para siswa yang akan terikat dengan perusahaan tertentu akan diajarkan bagaimana cara membuat produk dan jasa berfokus solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah-masalah manusia yang sebenarnya.

Mereka akan dilatih oleh perancang profesional yang aktif dan para pakar dari industri; memastikan mereka bahwa apa yang dipelajari di perkuliahan relevan dengan dunia profesional. Magang wajib di semester akhir tidak hanya menyediakan kesempatan bagi para siswa untuk mengatasi tantangan-tantangan perusahaan tapi juga seringnya adalah merupakan batu loncatan untuk karir yang mengasyikkan.

 

 


Ingin kuliah S2 mengenai Smart City di Asia? Yuk kuliah di SIM GE? Intake January Info dan pendaftaran, hubungi EDUWORLD.

 

/(RPR)

Sumber: SIM GE Website

Copyright © . Eduworld. All rights reserved