Home > Strategi Studi Di Luar Negeri Di Tengah Melemahnya Rupiah

News

Strategi Studi Di Luar Negeri Di Tengah Melemahnya Rupiah

March 17, 2015

Studi di luar negeri kini bukan lagi sesuatu yang menjadi milik golongan masyarakat ekonomi atas seperti halnya pada era tahun 1980-an. Masyarakat kita terutama dari golongan ekonomi menengah juga sudah memasuki taraf kehidupan di mana studi di luar negeri merupakan sebuah kebutuhan penting. Globalisasi dunia telah membuka mata masyarakat kita bahwa kualitas pendidikan yang baik semata-mata tidak cukup untuk menghadapi masa depan. Studi di luar negeri kini bukan hanya untuk mendapatkan kualitas pendidikan internasional tetapi merupakan sebuah misi untuk membentuk kekuatan pribadi, kemandirian, keberanian, kemampuan untuk berinteraksi serta pengalaman hidup internasional.

Seiring dengan melemahnya nilai tukar Rupiah akhir-akhir ini, sebagian mahasiswa kita di luar negeri mungkin menghadapi sedikit kendala. Akan tetapi kendala ini umumnya bisa dihadapi dengan mengencangkan ikat pinggang yaitu dengan menghemat pengeluaran yang tidak perlu. Hal ini sanggat membantu karena biaya hidup merupakan salah satu komponen biaya terbesar. Beberapa hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi di luar rumah dengan cara memasak makanan sendiri. Biaya hidup yang di hemat cukup besar karena merupakan kebutuhan harian. Mahasiswa juga dapat mengambil kerja paruh waktu apabila memungkinkan. Kerja paruh waktu bukan saja menambah penghasilan tetapi juga menambah pengetahuan, pembelajaran untuk hidup mandiri, berorganisasi dan berinteraksi, serta belajar berdisiplin dan menambah bobot positif resume anda. Selain hal di atas, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pembayaran uang kuliah dalam beberapa kali pembayaran dalam setahun.

Bagi mahasiswa internasional yang belum berangkat dapat memilih negara tujuan yang bisa dijadikan batu loncatan atau tujuan akhir yang lebih murah tetapi berkualitas. Salah satu negara tujuan yang patut dipertimbangkan adalah Malaysia. Malaysia adalah salah satu negara tujuan utama studi di luar negeri sejak dekade tahun 1990-an. Hingga kini terdapat lebih dari 90,000 mahasiswa internasional di Malaysia. Institusi-institusi pendidikan yang menerima mahasiswa internasional sebagian besar adalah institusi papan atas yang sudah berpengalaman. bahkan beberapa di antaranya adalah kampus dari universitas asing terkemuka di dunia seperti the University of Nottingham Malaysia, Heriot-Watt University Malaysia, dan Curtin University Sarawak Campus. Selain itu terdapat beberapa universitas swasta di Malaysia yang terkenal dengan reputasinya sebagai institusi pendidikan berkualitas seperti Asia Pacific University, Berjaya University College, HELP University, KDU University College, Sunway University, Taylor’s University, The One Academy, dan lain-lain yang masing-masing berakreditasi bintang 5 atau 6. Institusi-institusi ini umumnya menawarkan program afiliasi dengan universitas terkemuka di dunia selain program mereka sendiri seperti universitas-universitas di Amerika, Australia, Inggris, Perancis, dan New Zealand. Mahasiswa internasional dapat menghemat biaya kuliah dan biaya hidup dengan menamatkan studi di universitas-universitas tersebut atau memilih untuk melanjutkan ke negara tujuan lain di tahun ke 2 atau terakhir kuliah mereka. Sebagai bahan perbandingan, biaya studi selama 3 tahun di Malaysia adalah sebesar RM73,000 di tambah dengan biaya hidup sebesar RM36,000 menjadi RM109,000  atau Rp.389,432,341. Untuk program yang sama dan dengan sertifikat kelulusan yang sama apabila dilakukan di kampus asal di Australia maka biaya yang diperlukan menjadi AUD65,280 di tambah biaya hidup sebesar AUD60,000 menjadi AUD125,280 atau setara dengan RM400,896 atau Rp.1,432,310,715.

Melemahnya nilai tukar Rupiah memang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa internasional. Akan tetapi dengan mengenal lebih jauh seluk beluk studi luar negeri masyarakat akan tetap mampu dan bahkan bisa menghemat biaya yang diperlukan. Di samping biaya yang diperlukan tentunya calon mahasiswa perlu mendapatkan berbagai informasi lainnya sehingga bisa menemukan program pendidikan, institusi pendidikan, serta negara tujuan yang sesuai.

<val>

Campuses

 

 

Copyright © . Eduworld. All rights reserved